Online

Terdapat 2 Tamu online

Links


Informasi
Indonesia Alokasikan Lebih 5% untuk PRB PDF Cetak E-mail
Oleh Presidium SUARA   
Kamis, 18 Juni 2009 06:05

Geneva, 17 Juni, Philipina
berhasil mendesak pemerintahnya agar mau menyediakan dana bagi pengurangan risiko bencana, saat ini
Philipina mengalokasikan 5% dari seluruh anggarannya untuk pengurangan risiko bencana. Demikian Loren Legarda, Senator Philipina dalam kesempatannya dalam World Debate yang diselenggarakan BBC dalam event Global Platform di Geneva kemarin.

Garda merinci, bahwa dana-dana tersebut disebar ke berbagai departemen, misalnya departemen pendidikan mengalokasikannya untuk membangun sekolah-sekolah yang lebih aman dari ancaman bahaya bencana serta mendidik anak-anak sekolah dasar untuk siap menghadapi bahaya. Ini dilakukan sampai ketingkat provinsi. Garda menambahkan, bahwa bagi Philipina, dana pengurangan risiko bencana adalah sebuah investasi untuk masa depan.

 
HIKMAH DARI BENCANA PDF Cetak E-mail
Oleh Presidium SUARA   
Senin, 08 Juni 2009 02:57

Tanggal 27 Mei 2006 gempa bumi melanda Bantul yg berakibat lumpuhnya perekonomian untuk  waktu yang lama. Musibah itu ada hikmahnya. Perhatiaan dan bantuan dari pemerintah, swasta, bahkan sampai luar negeri. Salah satu yg menerima bantuan itu adalah dusun kami yaitu Joho Jambidan Banguntapan Bantul berupa dana pemulihaan perumahan,ekonomi,kesenian,kesehatan.

Bantuan dalam 1 tahun ini didampingi oleh lLSM-LSM yg ahli di bidangnya. Untuk ekonomi didampi oleh ASPPUK. Dibentuklah LKP yg memberikan pinjaman kepada perempuan usaha kecil di Joho dengan cara tanggung renteng. Kelompok ini dinamakan LKP KRIDO MULYO yang anggotanya 51 orang terdiri dari bermacam-macam jenis usaha dan dijadikan 5 kelompok.

Terakhir Diupdate ( Senin, 08 Juni 2009 07:28 )
 
Memulai Gerakan Anti Pemanasan Global dari Sekolah PDF Cetak E-mail
Oleh Mart Widie   
Senin, 19 Januari 2009 07:06

Submitted by firdaus on Mon, 01/19/2009 - 12:13.
Penulis: 
Rara dan Daus

Andaikan saja Edison tidak mau menyumbangkan ilmunya dalam penemuan lampu, dunia akan gelap gulita. Andai saja Newton tidak mau ambil pusing menyelidiki teori gravitasi, mungkin kita masih mengira apel jatuh dari pohon adalah pengaruh sihir bumi.

Selama ini orang awam menilai gerakan mencegah pemanasan global sekedar penanaman pohon, atau menyerahkan masalah itu pada orang yang berwenang seperti LSM yang menngani masalah Lingkungan atau Pemerintah. Padahal pemanasan global bukan masalah wewenang, melainkan tanggung jawab bersama. Dari anak-anak hingga dewasa semua punya tanggung jawab sama besar. Kita sebagai remaja/anak-anak bertanggung jawab meneruskannya, dan orang dewasa bertanggung jawab menjaganya.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai remaja untuk melaksanakan tanggung jawab itu? Lihatlah masalah ini dari tempat yang selalu kita kunjungi setiap hari, yaitu sekolah. Kegiatan-kegiatan di sekolah sebenarnya turut mendukung parahnya pemanasan global. Sekarang, coba hitung berapa kertas yang dipakai ketika ulangan. Kertas yang digunakan sebagai lembar jawaban, dan kertas untuk soal yang bisa berlembar-lembar. Jumlahnya bisa mencapai ratusan dalam sehari, apalagi ketika pekan ulangan semester. Penggunaan kertas untuk murid sekolah yang jumlahnya ratusan, 5 hari dalam seminggu, bisa digunakan untuk menutupi lapangan satu sekolah. Lalu kemana kertas-kertas itu pergi setelah digunakan? Tentunya kian menambah tinggi tumpukan gunung sampah di TPA.