|
Jumat, 06 Februari 2009 01:48 |
|
WONOSOBO. Setelah hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Wonosobo, Selasa (3/2), jalur Watumalang-Mojotengah terputus akibat tertutup longsoran tebing. Longsor terjadi pada malam hari sekitar pukul 00.30 ketika orang sedang tertidur lelap. Longsoran tebing setinggi 8 meter itu menutupi hampir semua badan jalan, tepatnya di tengah-tengah Dusun Kaliasem, Desa Gondang, Kecamatan Watumalang. Yusroji (67), warga Kaliasem yang rumahnya tepat di atas tanah longsoran, mengaku tidak melihat tanda-tanda tebing akan longsor sebab sebelumnya sudah disender dengan tiga undakan. |
|
|
Kamis, 05 Februari 2009 08:01 |
|
CILACAP. Ibarat bunga dan kumbang, tahun ini beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap kembali dilanda banjir dan tanah longsor. Sebagian besar daerah yang terkena sebenarnya telah dikenal sebagai daerah langganan bencana. Kini, ribuan keluarga kembali mengungsi karena rumah mereka terendam banjir dan diterjang tanah longsor. Kecamatan Majenang, Cimanggu, Cipari, dan Wanareja merupakan daerah yang dilanda bencana paling parah. Banjir bandang terjadi di Mulyadadi, Pahonjean, dan Mulyasari. Sementara itu, longsor terjadi di Kecamatan Cimanggu, Karangpucung, dan Dayeuhluhur. Di Kecamatan Cimanggu, longsor terjadi di sejumlah desa di antaranya Kutabima dan Negarajati. Di Desa Bingkeng, Pamulihan, dan Sidamulya longsor menerjang puluhan rumah warga dan jalan-jalan di desa setempat sehingga mereka sempat terisolasi. Di wilayah timur, sejumlah desa di Kecamatan Kroya juga terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah itu. Ketinggian air yang paling tinggi terjadi di Desa Gentasari dan Sikampuh yang mencapai 40 centimeter. Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 4 Kroya terhenti dan puluhan hektar sawah sehingga sebagian tanaman padi puso dan lainnya terancam mati. Seharusnya seminggu lagi warga bisa memetiknya, kini mereka terpaksa memanen lebih awal. |
|
|
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»
|
|
Halaman 10 dari 16 |